DPRD Minta Satgas COVID-19 Malteng Tetap Jaga Perbatasan
Kayum Ely
09 Nov 2020 13:55 WIT

DPRD Minta Satgas COVID-19 Malteng Tetap Jaga Perbatasan

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Tengah, Fatzah Taunkotta menilai, kinerja Satuan Tugas (satga) COVID-19 pemda setempat telah maksimal dalam mencegah penyebaran virus corona di tengah masyarakat.

Kendati demikian, pemerintah kabupaten melalui Satgas setempat diminta terus mewaspadai dan memperketat akses keluar masuk ke wilayah itu. Demikian dikatakan, Tuankotta di Masohi beberapa waktu lalu.

“Sebagai Ketua DPRD Maluku Tengah, Saya menilai selama ini Satgas COVID-19 Kabupaten Maluku Tengah bekerja maksimal dalam memuts rantai penyebaran Covid-19 di daerah ini,” pungkasnya.

Kendati angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Maluku Tengah telah menurun namun politisi Nasdem itu meminta Pemerintah terus mewaspadai penyebaran vrius corona di kabupaten yang bertajuk pamahanunusa tersebut.

“Meski angka positif COVID-19 kita menurun namun diharapkan pemerintah Kabupaten melalui Satgas tidak lengah dan lalai dalam pengawasan dan lebih berhati-hati. Khususnya pada pintu setiap akses keluar masuk ke wilayah Maluku Tengah. Seperti di Salahutu, Leihitu maupun Seram Utara,” pinta Tuankotta.

Dirinya juga berharap, pemerintah Kabupaten melalui Satgas setempat tidak hanya terfokus pada akses laut maupun udara namun, akses darat juga perlu pengawasan serta pemantauan tim Satgas setempat. Sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan penyebaran virus corona dapat dicegah.

Dia juga berharap masyarakat juga membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan penularan Coronavirus. “Saya berhap ada dukungan maksimal dari masyarakat kepada Satgas dalam mencegah penyebaran virus ini. Dukungannya adalah mematuhi protokol COVID-19 seperti pakai masker saat keluar rumah, cuci tangan rutin dan jaga jarak,” pungkas Fatzah.

Dapatkan sekarang

Liputan Maluku, Ringan dan cepat
1 Disukai
Abdullah
13 hari
Jelajahi Orang
Kayum Ely
2 bulan
Admin
11 jam
Abdullah
13 hari
Redaksi
1 bulan